"Kondisi ini tidak hanya berpotensi mengganggu operasional perjalanan, tetapi juga membahayakan keselamatan penumpang itu sendiri maupun pengguna lainnya,"
kata Nyoman pada Kamis (9/4).
Ia menegaskan, keselamatan adalah hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar. Itulah prioritas utama, baik di perjalanan maupun di stasiun.
Nyoman berharap, pemberian penghargaan ini bisa memotivasi petugas lain di lapangan.
"Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi penyemangat bagi seluruh petugas untuk terus bekerja secara profesional, sigap, dan berintegritas dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang KRL,"
tuturnya.
Jadi, meski terlihat sepele, aksi nekat seorang penumpang bisa berakibat fatal. Kejadian di gerbong 1 KRL yang hendak berangkat dari Manggarai itu jadi pengingat bagi semua: keselamatan harus diutamakan. Dan, tentu saja, kerja keras seorang petugas yang menjalankan tugasnya dengan baik patut dapat penghargaan.
Artikel Terkait
Hari Kartini 2026 Jatuh pada 21 April, Bukan Hari Libur Nasional
Atasan Gadai SK Anggota Satpol PP Bogor, TPP Dipotong Paksa Bayar Kredit Macet
Polri Bentuk Satgas Haji, Fokus Berantas Praktik Ilegal dan Lindungi Jemaah
Tokoh dan Ulama Indonesia Serukan Perdamaian Timur Tengah untuk Jamin Keamanan Haji 2026