"Melalui seminar dan diskusi seperti ini, diharapkan muncul gagasan dan solusi yang konkret, serta kolaborasi nyata dalam upaya pelindungan dan pemajuan kebudayaan," jelasnya menutup sambutan.
Sementara itu, dari internal kementerian, Direktur Bina SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Syukur Asih Suprojo, juga angkat bicara. Ia mewakili Dirjennya.
Bagi Syukur, penguatan kapasitas kelembagaan adalah kunci utama. Tanpa itu, implementasi mitigasi bencana di sektor kebudayaan akan sulit.
"Upaya pelestarian tidak cukup hanya pada aspek pemeliharaan, tetapi harus diiringi dengan kesiapsiagaan lembaga budaya dalam menghadapi risiko bencana. Oleh karena itu, pendekatan berbasis Cagar Budaya Tangguh Bencana menjadi penting untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan warisan budaya," ujar Syukur.
Seminar dan pameran ini, lanjutnya, adalah bagian dari strategi memperkuat ekosistem kebudayaan. Kegiatannya melibatkan banyak pihak: komunitas, lembaga, hingga ahli dari berbagai bidang.
Beberapa narasumber yang hadir antara lain Fitra Arda, Pamong Budaya Ahli Utama Kemenbud, yang membawakan materi inti 'Cagar Budaya Tangguh Bencana'.
Lalu ada Soehatman Ramli, profesional di bidang keamanan, yang memaparkan 'Manajemen Bencana dan Kelangsungan Cagar Budaya Berbasis ISO 22301'. Tak ketinggalan, arsitek sekaligus arkeolog Albertus Kriswandhono menyoroti ancaman yang sering luput dari pemberitaan. Judul paparannya provokatif: 'Bencana yang Tidak Ada di Berita: Rob, Amblesan, dan Kehilangan Memori sebagai Ancaman Nyata bagi Warisan Budaya'.
Acara ini sendiri adalah hasil kolaborasi Kemenbud dengan Yayasan Perisai Budaya Nusantara (YPBN). Tampak hadir Ketua YPBN Hasanuddin beserta anggotanya, perwakilan pemadam kebakaran, Tim Ahli Cagar Budaya, mahasiswa, dan masyarakat pemerhati museum.
Intinya, seminar ini bukan cuma untuk bagi-bagi ilmu. Tujuannya lebih jauh: mendorong terbentuknya jejaring kerja yang solid antar semua pemangku kepentingan. Kemenbud berharap ini jadi titik awal kolaborasi untuk membangun sistem perlindungan cagar budaya yang lebih tangguh dan yang paling penting berkelanjutan.
Artikel Terkait
KRI Canopus-936 Tiba di Cape Town dalam Misi Diplomasi Maritim
Jaksa Agung: Kebakaran Gedung Lama Bawa Hikmah, Kejagung Kini Tak Lagi Kayak Kantor Kelurahan
Wakil Ketua MPR Apresiasi Kesepakatan Pasokan Migas Indonesia-Rusia
Tim Kemenkumham Selidiki Video Napi Korupsi Singgah ke Coffee Shop Usai Sidang