HIMKI Desak Kebijakan Spesifik untuk Selamatkan Industri Furnitur dan Kerajinan

- Rabu, 15 April 2026 | 10:00 WIB
HIMKI Desak Kebijakan Spesifik untuk Selamatkan Industri Furnitur dan Kerajinan

Makanya, HIMKI mendorong agar pemerintah nggak pakai kebijakan satu untuk semua. Perlu pendekatan spesifik yang mempertimbangkan karakteristik unik tiap sektor industri. Soalnya, masalah yang dihadapi furnitur, belum tentu sama dengan kerajinan anyaman, misalnya.

Mimpi Besar dan Upaya Nyata

Sebelumnya, pemerintah lewat Kementerian Perindustrian punya target ambisius: ingin Indonesia jadi pusat produksi furnitur dunia. Caranya dengan penguatan hilirisasi kayu berkelanjutan dan peningkatan daya saing.

Target ini nggak main-main. Pasar furnitur global nilainya fantastis, lebih dari 736 miliar dolar AS! Sektor ini juga jadi penopang hidup bagi ratusan ribu pekerja di dalam negeri.

Data BPS mencatat secercah harapan. Pertumbuhan industri pengolahan pada 2025 diproyeksi 5,30 persen, sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk mendongkrak produktivitas, pemerintah sudah jalanin program restrukturisasi mesin.

Program ini sudah menjangkau 35 perusahaan dengan bantuan total Rp26,1 miliar. Hasilnya? Efisiensi produksi naik sekitar 10,7 persen. Mutu produk bahkan melonjak lebih dari 36 persen, dengan produktivitas ikut terdongkrak hampir 33 persen. Angka-angka yang cukup memberi angin segar di tengah tantangan yang ada.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar