"Upaya seperti ini patut dicontoh untuk wilayah lain," ungkap Haryono. "Bukan cuma untuk ikan sapu-sapu, tapi juga jenis invasif lain macam ikan red devil."
Haryono menjelaskan lebih jauh. Ikan sapu-sapu ini sudah tersebar luas dan resmi dikategorikan sebagai Jenis Asing Invasif. Ancaman terhadap ikan lokal dan habitatnya nyata. Bahaya konsumsinya pun dia tegaskan kembali. "Ini berdampak tidak langsung ke manusia. Kalau dimakan, bisa bahaya karena kemungkinan tercemar logam berat," jelasnya.
Lalu, bagaimana cara mengendalikannya? Ada beberapa opsi: secara biologi, kimiawi, atau manual. Tapi, metode manual lewat penangkapan rutin dinilai paling aman dan disarankan.
"Agar populasinya terkendali, penangkapan harus intensif dan periodik," tutur Haryono. "Dengan begitu populasinya bisa ditekan, lama-lama terkikis. Tentu saja, ini perlu edukasi dan melibatkan semua pihak terkait."
Artikel Terkait
Gubernur Bobby Nasution Geram Proyek Tanggul Mangkrak dan Bantuan Lambat di Tapanuli Tengah
Kemensos Turun Langsung Jemput Calon Siswa Sekolah Rakyat 2026
Banjir Rendam SD di Klaten, Proses Belajar Dialihkan ke Rumah
Wakil Presiden Iran Sebut Gedung Putih Jadi Cabang Pelapor Israel