JAKARTA – Nama John Herdman kini ramai dibicarakan. Tapi, siapa sebenarnya sosok di balik pelatih Timnas Indonesia itu? Clare Herdman, istrinya, jarang sekali muncul di sorotan media. Padahal, perannya dalam perjalanan karier suaminya tak bisa dianggap remeh.
Clare sendiri adalah warga negara Inggris. Menurut beberapa sumber, ia sudah lama mendampingi John Herdman, mengikuti setiap jejak karier pelatih profesional itu dari satu negara ke negara lain. Meski hidup di dunia yang kerap dipenuhi sorotan, Clare dikenal punya sifat rendah hati. Fokus utamanya adalah keluarga.
Dari pernikahan mereka, lahir dua anak: Jay dan Lilly. Clare memilih untuk tetap berada di belakang layar, menjaga kehidupan rumah tangga agar tetap berjalan normal di tengah kesibukan dunia sepak bola suaminya.
John Herdman sendiri tak pernah sungkan mengungkapkan rasa terima kasihnya. Dalam beberapa wawancara, ia mengakui Clare adalah penyokong utama.
“Dia selalu memberikan dukungan penuh, baik di masa sulit maupun saat kami merayakan kesuksesan,” begitu kira-kira pengakuan Herdman.
Memang, peran seperti Clare inilah yang seringkali jadi penyeimbang. Antara tuntutan pekerjaan yang tinggi dan kehidupan pribadi yang butuh perhatian.
Ngomong-ngomong soal karier John, jalurnya cukup unik. Ia tidak langsung terjun ke tim putra. Awal mula karier kepelatihannya justru dimulai dengan menangani Timnas Putri Selandia Baru, dari tahun 2006 sampai 2011.
Selama periode itu, ia mencatat 16 kemenangan dari 61 pertandingan. Angka yang mungkin tak terlalu mentereng, tapi cukup untuk menarik perhatian. Apalagi, ia berhasil membawa Selandia Baru menjadi juara Oseania pada 2010.
Prestasi itulah yang membawanya ke Kanada. Pada 2011, ia mulai menangani Timnas Putri negara tersebut. Dan di sinilah kariernya benar-benar melesat.
Dari 109 pertandingan, ia meraih 62 kemenangan. Persentase kemenangannya melonjak drastis menjadi 56,88%. Lebih dari sekadar angka, Herdman sukses membawa tim putri Kanada meraih medali perunggu di Olimpiade London 2012 dan Rio 2016. Ia juga membawa mereka lolos ke Piala Dunia.
Kepercayaan dari federasi pun semakin besar. Hingga akhirnya, pada 2018, ia diberikan mandat untuk menangani Timnas Putra Kanada. Tugas yang berat, tapi justru di sinilah salah satu momen bersejarah tercipta.
Berkat tangan dinginnya, Kanada berhasil lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar. Sebuah pencapaian yang menghentikan penantian panjang selama 36 tahun! Tak cuma itu, di bawah asuhannya, Kanada untuk pertama kalinya menembus peringkat 40 besar FIFA pada 2021.
Statistik terakhirnya bersama tim putra Kanada pun impresif: 36 kemenangan dari 58 laga, dengan persentase kemenangan mencapai 62,07%. Ia juga sempat menangani tim U-23.
Kini, tantangan baru sudah menunggu di Indonesia. Dan seperti biasa, Clare Herdman pasti akan ada di sana, di belakang layar, memberikan dukungan tanpa banyak bicara.
Artikel Terkait
Awkarin Sindir Balik Geng Reza Arap Usai Dikaitkan dengan Sindiran Fisik
Jam Kerja Dipangkas Selama Ramadan, Aturan Berbeda di Indonesia dan Timur Tengah
Presiden Prabowo Teken Perpres SMA Unggul Garuda untuk Cetak SDM Unggul
Jalan Kramat Senen Ramai Pemburu Takjil Nasi Kapau Jelang Buka Puasa