Kemudian, ada drama di menit ke-67. Supporter Liverpool bersorak gegap gempita setelah wasit awalnya memberi penalti karena pelanggaran Willian Pacho terhadap Alexis Mac Allister. Sorakan itu tak berlangsung lama. Setelah melihat ulangan VAR, wasit membatalkan keputusannya. Anfield mendesis kecewa.
Dan seperti dalam cerita klasik sepak bola, tim yang selamat dari bahaya justru bisa mencetak gol. Itulah yang terjadi pada menit ke-73. PSG melancarkan serangan balik cepat. Kvaratskhelia mengirim bola ke Dembele yang bebas dari kawalan. Dari luar kotak penalti, Dembele melepaskan sepakan rendah yang melesak ke sudut. Mamardashvili cuma bisa menatap.
Gol itu seperti memecah bendungan. Liverpool, yang kini harus mencetak empat gol, jadi kalap menyerang. Alhasil, pertahanan mereka terbuka lebar. PSG dengan dingin memanfaatkannya di masa injury time. Bradley Barcola membawa bola di sisi kanan, lalu menarik umpan ke tengah. Dembele, sekali lagi, hadir untuk menuntaskannya. 2-0. Semuanya berakhir.
Di sisi lain, performa buruk di lini depan Liverpool jadi penyebab utama kekalahan. Mereka mendominasi penguasaan bola, tapi gagal total dalam hal produktivitas. PSG? Mereka bermain cerdas, disiplin, dan efektif mematikan peluang.
Susunan Pemain
Liverpool: Mamardashvili; Frimpong (Gomez 46', Ngumoha 67'), Konate, van Dijk, Kerkez; Szoboszlai, Gravenberch, Wirtz; Mac Allister (Jones 74'); Isak (Gakpo 46'), Ekitike (Salah 31').
PSG: Safonov; Hakimi, Marquinhos, Pacho, Mendes (Hernandez 38'); Zaire-Emery (Beraldo 82'), Vitinha, Neves; Doue (Barcola 52'), Dembele, Kvaratskhelia.
Artikel Terkait
UI Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa FH, Ancaman Sanksi DO
KPK Tangkap Bupati Tulungagung, Korupsi Kepala Daerah Masih Jadi Tren
Trump Unggah Gambar AI Dirinya sebagai Yesus, Picu Kontroversi Baru
Menteri PPPA Kecam Keras Dugaan Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI