Suasana haru menyelimuti ruangan saat Habib Aboe Bakar Alhabsyi, anggota Komisi III DPR, meminta maaf. Permintaan maaf itu ditujukan kepada seluruh ulama di Madura, menyusul pernyataannya yang menyentuh soal narkoba. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyatakan penyesalan dan siap bertanggung jawab penuh atas ucapannya.
Ucapan kontroversial itu terlontar di Madura, tepatnya dalam sebuah rapat bersama Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto, Selasa (7/4) lalu. Rapat yang sejatinya membahas strategi pemberantasan narkoba itu justru memanas karena satu pernyataan.
Awalnya, Aboe Bakar bicara soal sinergi. Ia menekankan, kerja sama antara BNN, Polri, dan Pemda mutlak diperlukan. Tanpa itu, upaya memerangi narkoba dipastikan bakal mentah.
Namun begitu, pembahasannya kemudian berbelok. Ia menyodorkan contoh temuan di Madura yang membuatnya gelisah. Aboe Bakar meminta agar dugaan keterlibatan ulama dan pesantren di wilayah itu segera diverifikasi.
Artikel Terkait
Israel dan Lebanon Sepakat Mulai Negosiasi Langsung, Mediasi AS
Dembele Bawa PSG Hancurkan Liverpool di Anfield, Lolos ke Semifinal Liga Champions
AS Fasilitasi Pertemuan Langka Israel-Lebanon, Agenda Masih Berbeda Jauh
PSG Hancurkan Liverpool 2-0, Lolos ke Semifinal Liga Champions dengan Agregat 4-0