Beberapa indikator kunci rupanya mendorong tingginya angka kepuasan itu. Akses informasi, misalnya. Sebanyak 87,4 persen responden mengaku informasi bencana mudah didapat. Kemampuan pemerintah mengatasi dampak pascabencana juga diakui 83,6 persen responden. Lalu, 81,4 persen menyatakan bantuan sudah tepat sasaran.
Respon cepat pemerintah dan koordinasi antarinstansi dinilai baik oleh 80,8 persen responden. Sementara 74,1 persen menilai bantuan yang diberikan sudah mencukupi kebutuhan.
Di sisi lain, survei ini juga memotret tingkat kepuasan publik terhadap instansi yang terlibat. Di sini, TNI meraih angka tertinggi.
“Untuk instansi yang berperan aktif, paling tinggi tingkat kepuasannya adalah TNI dengan 94,4 persen,” kata Syahril.
Peringkat berikutnya ditempati BNPB (85,8 persen), pemerintah daerah terdampak (85,4 persen), lalu PT PLN (83,1 persen). PT Pertamina, Kementerian Kominfo, Kementerian PU, dan Polri menyusul di posisi-posisi setelahnya dengan angka kepuasan berkisar 79,9 hingga 81,4 persen.
Survei ini melibatkan 1.260 responden yang tersebar di 126 desa dan kelurahan, mencakup 38 provinsi. Metode pengambilan sampelnya multistage random sampling, dengan wawancara tatap muka. Tingkat kepercayaannya 95 persen, margin of error ±2,82 persen.
Untuk memastikan kualitas data, tim melakukan kontrol ketat. Mereka mengecek ulang 40 persen responden melalui supervisor dan koordinator lapangan. Verifikasi kesesuaian pengisian kuesioner dengan SOP juga dilakukan.
Artikel Terkait
Tiang Kabel Optik Ambruk di Mangga Besar, Lalu Lintas Terganggu
Barcelona Tumbang, Atletico Madrid Lolos ke Semifinal Liga Champions
Israel dan Lebanon Sepakat Mulai Negosiasi Langsung, Mediasi AS
Dembele Bawa PSG Hancurkan Liverpool di Anfield, Lolos ke Semifinal Liga Champions