Wacana trem di Kota Tua masih menggantung. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa rencana itu belum akan segera dieksekusi. Saat ini, pemerintah provinsi lebih memusatkan perhatian pada penyelesaian proyek MRT.
"Untuk trem Kota Tua, apa yang disampaikan Pak Wakil Gubernur tentunya perlu dikaji lebih dalam," ujar Pramono saat ditemui di Kantor Bina Marga, Jakarta Timur, Selasa lalu.
Targetnya jelas: MRT harus beroperasi penuh pada awal 2029. Itu prioritas utama. Di luar itu, ada juga rencana pengembangan rute TransJakarta yang menghubungkan Kota Tua dengan wilayah di luar Jakarta.
"Yang sekarang ini yang akan kita selesaikan adalah MRT sampai dengan Kota Tua, mudah-mudahan di tahun 2029 awal sudah selesai. Karena kalau itu sudah dilakukan nanti KRL-nya jalan, MRT-nya jalan, TransJabodetabek atau TransJakarta-nya jalan ke Kota Tua, saya yakin Kota Tua akan menjadi tempat baru yang akan dikunjungi warga masyarakat,"
Penjelasannya cukup gamblang. Menurut Pramono, konektivitas adalah jantung dari semua rencana revitalisasi kawasan bersejarah itu. Dengan transportasi yang mumpuni, geliat wisata di Kota Tua diharapkan bisa benar-benar hidup.
Jadi, untuk sementara, mimpi punya trem melintasi bangunan kolonial itu harus ditunda dulu. Fokusnya sekarang adalah menyambungkan Kota Tua dengan moda transportasi massal yang sudah berjalan.
Artikel Terkait
2,15 Juta Peserta BPJS PBI yang Dinonaktifkan Telah Direaktivasi
Ketua MPR: Survei Kemenag Sebut Indonesia Salah Satu Negara Paling Rukun
Wamenristek: Indonesia Harus Fokus pada Spesialisasi AI untuk Kejar Ketertinggalan
5 Warga Sipil, Termasuk Balita, Tewas Tertembak dalam Insiden dengan OPM di Puncak