Di tengah memanasnya konflik global yang bisa memecah belah, termasuk di kalangan negara-negara Islam, ada secercah kabar baik dari dalam negeri. Ahmad Muzani, Ketua MPR, justru melihat tingkat kerukunan di Indonesia masih terjaga dengan baik. Pernyataan ini dia sampaikan dalam acara Halal Bihalal yang digelar MUI di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu lalu.
Menurut Muzani, situasi ini patut disyukuri. “Kita harus bersyukur Indonesia dalam keadaan aman, Indonesia dalam keadaan damai, dan kita tetap rukun sampai sekarang,” ujarnya.
Rupanya, optimismenya punya dasar. Dia mengungkapkan, Menteri Agama Nasaruddin Umar sendiri yang membisikkan sebuah hasil survei kepadanya.
“Tadi Menteri Agama membisikkan kepada saya, hasil survei mengatakan Indonesia adalah salah satu negara yang tingkat kerukunannya cukup tinggi di dunia ini,” kata Muzani menyampaikan kabar itu.
Pencapaian ini, menurutnya, bukan datang begitu saja. Peran para ulama, kiai, dan tokoh agama dinilai sangat besar dalam menenangkan dan menuntun masyarakat. Di sisi lain, jasa aparat keamanan juga tak boleh dilupakan.
“Mana mungkin ini bisa terjadi kalau ada kerusuhan dibiarkan oleh polisi? Mana mungkin ini bisa terjadi kalau ada ancaman kedaulatan dibiarkan oleh TNI?” tegasnya. “Dan itu dicegah dari awal oleh tentara dan polisi kita. Itu sebabnya dalam bernegara kita harus saling berbagi.”
Namun begitu, pandangannya tak melulu cerah. Muzani dengan jelas menyoroti badai konflik bersenjata yang masih melanda beberapa belahan dunia. Perang, dalam pandangannya, adalah sesuatu yang kejam dan menghancurkan, berdampak luas dari sisi kemanusiaan hingga ekonomi.
“Berkali-kali Presiden Prabowo selalu menyampaikan ke hadapan kita, perang begitu jahat, perang begitu berbahaya, perang begitu bengis, tidak ada batas kemanusiaan, tidak mengenal batas kasihan, dan tidak mengenal batas perikemanusiaan,” tutur Muzani mengutip pernyataan presiden.
Dia melanjutkan dengan nada prihatin, “Memang dalam hukum perang anak-anak tidak boleh dibunuh, perempuan tidak boleh dibunuh, orang tua tidak boleh dibunuh, fasilitas yang tidak terkait dengan perang tidak boleh dihancurkan. Tapi yang terjadi anak-anak, orang tua, perempuan dihancurkan.”
Di tengah kondisi global yang suram itu, Muzani merasa Indonesia masih beruntung. Setidaknya untuk saat ini, dampak konflik seperti kenaikan harga BBM berhasil diredam. Presiden Prabowo, kata dia, telah menegaskan hal tersebut.
Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak untuk menjaga modal berharga yang sudah dimiliki: kerukunan. Kolaborasi yang solid antara ulama dan pemerintah harus terus diperkuat sebagai benteng stabilitas nasional.
“Maka yang dilakukan Indonesia dalam situasi itu adalah harus terus menjaga perdamaian dunia. Itu adalah tuntutan konstitusi kita,” serunya.
“Kita tidak boleh berhenti bersuara untuk menyuarakan perdamaian dunia. Kita tidak boleh berhenti menyuarakan terhadap pentingnya diplomasi. Kita tidak boleh berhenti menyuarakan terhadap pentingnya perundingan, karena seberat apapun persoalan dalam perbedaan harus diselesaikan dalam perundingan dan diplomasi,” pungkas Muzani menegaskan.
Artikel Terkait
PSG Lolos ke Semifinal Liga Champions Usai Kalahkan Liverpool dengan Agregat 4-0
Ribuan Buruh Gelar Aksi di DPR, Tuntut Penghapusan Outsourcing
Timnas U-17 Indonesia Hadapi Ujian Nyata Lawan Malaysia di Kualifikasi Piala AFF
MUI Ajak Ormas Islam Jaga Stabilitas Nasional Dukung Pemerintah