5 Warga Sipil, Termasuk Balita, Tewas Tertembak dalam Insiden dengan OPM di Puncak

- Rabu, 15 April 2026 | 23:40 WIB
5 Warga Sipil, Termasuk Balita, Tewas Tertembak dalam Insiden dengan OPM di Puncak

Kabut masih menggantung di lembah ketika suara tembakan memecah kesunyian. Di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, aksi pembakaran rumah warga oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) berujung pada tragedi yang memilukan. Lima orang, termasuk anak-anak balita, menjadi korban penembakan.

Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, mengonfirmasi kabar duka ini pada Rabu (15/4/2026).

"5 orang warga masyarakat dilaporkan menjadi korban kekerasan dari kelompok bersenjata dan mengalami luka tembak," ujarnya.

Korban-korban itu adalah NK, AT, DW yang masih berusia 3 tahun, lalu AW (5 tahun), dan OW (6 tahun). Pelaku diduga berasal dari kelompok OPM Kodap III/Sinak pimpinan Lekagak Telenggen. Situasinya kacau. Usai insiden, dengan luka dan rasa panik, mereka terpaksa mengungsi dengan berjalan kaki puluhan kilometer. Medannya? Pegunungan terjal. Tujuannya adalah Pos TNI terdekat untuk mencari perlindungan.

Semuanya berawal dari laporan pembakaran rumah. Satgas Koops TNI Habema langsung bergerak, melakukan pengejaran yang alot. Beberapa kali kontak tembak terjadi di jalur pegunungan itu. Akhirnya, anggota OPM berhasil dipukul mundur ke arah Galupaga, Kampung Kembru.

Tapi dalam pelariannya, terjadi hal yang mengenaskan. Pelaku melepaskan tembakan secara membabi buta diduga dengan senjata mesin otomatis ringan ke arah prajurit. Tembakan itu nyasar.

"Dan mengakibatkan beberapa warga masyarakat terkena luka tembak. Tembakan tersebut diduga dilepaskan oleh pelaku yang berada di sekitar sungai di ujung Kampung Muara," jelas Letkol Wirya.

Saat ini, korban luka telah dievakuasi ke Pos Satgas Yonif 743/PSY di Kampung Tirineri, Kabupaten Puncak Jaya. Mereka mendapatkan pengobatan dan tentu saja, perlindungan. Sementara itu, situasi di lokasi masih tegang. Satgas Koops TNI Habema terus disiagakan, mengawasi setiap perkembangan yang ada.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar