DPR Kumpulkan Masukan untuk Revisi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan

- Senin, 13 April 2026 | 17:55 WIB
DPR Kumpulkan Masukan untuk Revisi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan

Di Senayan, Jakarta, Komisi IV DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum pada Senin (13/4/2026). Agenda utamanya? Mendengar langsung masukan untuk revisi Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Mereka sengaja mengundang banyak pihak, dari kampus hingga organisasi profesi, agar aturan yang nanti lahir benar-benar matang dan bisa diandalkan.

Ruang partisipasinya dibuat seluas mungkin. Tak cuma akademisi dari Universitas Gadjah Mada atau forum pimpinan perguruan tinggi peternakan, tapi juga para praktisi dan perwakilan mahasiswa. Intinya, mereka ingin regulasi baru ini nanti adaptif dan yang paling krusial benar-benar berpihak pada peternak di lapangan.

Dalam forum itu, berbagai usulan mengalir. Ada yang bicara soal penguatan sistem kesehatan hewan, yang lain fokus pada cara mendongkrak produktivitas peternakan nasional. Isu perlindungan peternak lokal di tengat gempuran pasar global juga mencuat ke permukaan, jadi bahan diskusi yang seru.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari menegaskan pentingnya kolaborasi semacam ini.

"Masukan dari akademisi, praktisi, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran," ujarnya.

Politikus Gerindra itu melanjutkan, "Revisi undang-undang ini harus mampu menjawab tantangan sektor peternakan saat ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional ke depan."

Dia terlihat cukup vokal menekankan satu poin: regulasi harus melindungi peternak lokal. Menurutnya, itu kunci agar mereka bisa bertahan dan bersaing di kancah global yang semakin ketat.

"Perlindungan terhadap peternak lokal, peningkatan kualitas produksi, serta penguatan sistem kesehatan hewan harus menjadi prioritas utama dalam revisi undang-undang ini," tambah Endang.

Pada akhirnya, harapan dari rapat ini jelas. DPR ingin revisi UU itu bukan sekadar dokumen, tapi bisa jadi tulang punggung untuk ketahanan pangan. Juga, tentu saja, untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak dan daya saing industri di dalam negeri. Semoga saja jalan yang ditempuh dengan melibatkan banyak suara ini membuahkan hasil yang nyata.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar