Sementara itu di Kota Pekanbaru, pelaksanaan TKA berjalan tanpa kendala berarti. Rukiah, Kepala SMP Negeri 4 Pekanbaru, melaporkan partisipasi penuh dari seluruh murid kelas IX. Menurutnya, materi ujian sejalan dengan apa yang telah diperkuat di sekolah, baik literasi maupun numerasi.
Ia juga menambahkan, hasil TKA bisa menjadi salah satu pertimbangan penting, terutama untuk jalur prestasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Perubahan sikap jelas terasa. Muhammad Gafasyarianto, siswa SMP Negeri 4 Pekanbaru, mengakui awalnya ia takut. Tapi rasa takut itu berubah jadi motivasi setelah melalui proses belajar dan latihan yang intens.
Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA tak cuma lancar dari sisi teknis dari komputer, jaringan internet, hingga listrik. Yang lebih penting, asesmen ini berhasil mengubah pola pikir. Kini, TKA mulai dipahami sebagai bagian dari proses pembelajaran yang reflektif. Ia mendorong kejujuran, kesiapan, dan keberanian siswa untuk mengintip kemampuan diri sendiri.
Perubahan mendasar ini, meski perlahan, diharapkan bisa menjadi fondasi. Fondasi untuk membangun budaya belajar yang lebih sehat dan berkelanjutan ke depannya.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Kemensos Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa Flores Timur
Oknum Pimpinan Satpol PP Bogor Gadaikan SK Anggota, Tunjangan Tak Cair 7 Bulan
Anwar Usman Pamit dari MK: Hakim Tak Bisa Cari Popularitas, Setiap Putusan Bisa Lahirkan Musuh
Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Lampaui 2.000 Jiwa