Di balik layar, ternyata ada faktor besar yang memengaruhi. Konflik di Timur Tengah, yang memicu ketegangan global dan lonjakan harga minyak, ikut bikin pusing promotor. CEO Ravel Entertainment, Ravel Junardy, mengakui dampaknya sangat langsung, terutama buat urusan logistik dan mobilitas artis internasional.
"Kejadian geopolitik ini memang menghambat Hammersonic secara langsung, karena kan langsung ber-impact," ujar Ravel dalam sebuah jumpa pers di Jakarta Selatan, akhir Maret lalu.
Ia cerita betapa ribetnya mengatur rute penerbangan puluhan artis di tengah situasi yang tidak pasti. Fluktuasi mata uang dan masalah keamanan jadi pertimbangan serius. "Beresin festival tuh memang paling ribet," keluhnya. "Jadi ya kita routing ulang."
Meski begitu, satu hal yang ditegaskan Ravel: festivalnya jalan terus. Hammersonic 2026 "Decade of Dominion" tetap akan digelar pada 2-3 Mei mendatang.
"Hammersonic udah pasti bakal jalan," tegasnya. Tim produksi dikerahkan ekstra keras untuk memastikan segalanya siap, dari panggung hingga perjalanan para musisi. "Kita mau kasih yang terbaik buat Hammersonic," tutup Ravel Junardy.
(ELG)
Artikel Terkait
Koleksi Ucapan Ulang Tahun Bernuansa Islami Kian Diminati
Kabel Internet Terputus Sebabkan Macet di Jalan Ir H Juanda Ciputat
Laporan: Eksekusi Mati di Iran Capai Rekor Tertinggi dalam Tiga Dekade
MK Gelar Wisuda Purnabakti Anwar Usman, Sambut Dua Hakim Konstitusi Baru