Lalu ada rencana mentransformasi PNM jadi bank UMKM. Wijayanto melihat ini juga bermasalah. Pemerintah, katanya, sudah punya terlalu banyak bank BUMN. Alih-alih bikin bank baru, konsolidasi antar bank yang ada justru lebih masuk akal.
Pandangan senada datang dari Nailul Huda, ekonom Celios. Ia menilai pengambilalihan BUMN oleh kementerian justru bisa merugikan jika perusahaan itu sudah berjalan profesional.
Ia pun mempertanyakan alasan di balik rencana ini. Mandat Kemenkeu kan fiskal, bukan urusan UMKM. “PT PNM buat apa? Jika terkait dengan memperkuat pembiayaan untuk rakyat kecil, ya kembangkan skema yang ada dengan menggunakan instrumen yang sudah terbentuk,” tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa pembahasan pengambilalihan PNM memang sedang berlangsung. Fokus utamanya adalah menjadikan PNM sebagai bank UMKM. Sementara untuk Whoosh, pembahasan disebutnya sudah rampung dan tinggal menunggu pengumuman resmi.
Rencana ini jelas menuai sorotan tajam. Banyak yang mempertanyakan, apakah langkah ini justru akan mengaburkan peran utama Kemenkeu dan membawa pengelolaan BUMN ke arah yang kurang tepat.
Artikel Terkait
Pengadilan Militer Dengar Eksepsi Tiga Prajurit TNI AD Terdakwa Penculikan dan Pembunuhan
Pelatih Malut United Soroti Ketidakpatuhan Pemain Usai Takluk di Kandang Sendiri
Iran Tegaskan Tak Tunduk pada Ancaman AS, Harga Minyak Melonjak
Persija Gelar Workshop Fotografi ke-5 di Sela Laga Kandang