Proses penyelamatan kemudian dimulai. Sekitar pukul lima sore WIB, sebuah speedboat milik Polair Karimun membawa tim penyelamat meluncur ke lokasi. Cuaca mungkin masih tak menentu, tapi semangat mereka jelas: harus membawa pulang warga negara sendiri.
Dan upaya itu membuahkan hasil. Pukul 18.53 WIB, tim berhasil menemukan kapal yang rusak beserta kedua nelayan di dalamnya. Evakuasi segera dilakukan.
“Semua berjalan lancar berkat komunikasi dan diplomasi yang baik di lapangan,” kata Fazzli, menggambarkan momen tim mereka merapat ke kapal nelayan.
Hampir pukul delapan malam, tepatnya 19.55 WIB, proses evakuasi dinyatakan selesai. Kedua nelayan kemudian dibawa pulang ke Indonesia. Mereka mendarat dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun hanya dua puluh menit kemudian.
“Kedua korban diserahkan kepada keluarga dalam kondisi stabil,” tutur Fazzli. Keluarga yang tentunya sudah diliputi kecemasan, akhirnya bisa bertemu kembali.
Setelah melakukan serah terima dan debriefing singkat sekitar pukul sembilan malam, operasi SAR pun secara resmi ditutup. Semua personel kembali ke satuan masing-masing. Misi penyelamatan dua nyawa itu berakhir dengan akhir yang membahagiakan.
Artikel Terkait
BMKG: Hujan Ringan Guyur Banyak Wilayah, Waspada Potensi Hujan Petir di Bandung dan Lampung
The Story So Far dan New Found Glory Batal Tampil di Hammersonic 2026
Pengadilan Militer Dengar Eksepsi Tiga Prajurit TNI AD Terdakwa Penculikan dan Pembunuhan
Pelatih Malut United Soroti Ketidakpatuhan Pemain Usai Takluk di Kandang Sendiri