“Saya tidak bisa menghendaki cita-cita anak, tapi saya ingin dia jadi anak yang bisa bekerja sungguh-sungguh,” tambahnya. Kalau pun nanti Mu’in jadi pengusaha, itu bagus. Tapi yang penting, katanya, adalah kemauan untuk berusaha dan kebermanfaatan.
Di sela-sela menjajakan cilok, Fauzan menyempatkan diri menyampaikan rasa terima kasihnya. Bukan hanya karena anaknya bisa sekolah, tapi karena ada perhatian yang sampai ke orang-orang kecil seperti dirinya.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program-program yang telah dilakukan, terutama yang bisa diikuti oleh anak saya. Mudah-mudahan dapat hikmah dari Allah SWT,” kata Fauzan.
Cerita Fauzan ini mungkin hanya satu dari sekian banyak. Tapi di baliknya, tergambar jelas perjuangan seorang ayah dan secercah harapan yang kini sedikit lebih terang. Harapan bahwa pendidikan, yang seringkali terasa mahal, bisa diraih oleh siapa saja.
Artikel Terkait
Manchester City Hancurkan Chelsea 3-0, Perburuan Gelar Premier League Makin Sengit
Chelsea Hadapi Manchester City di Stamford Bridge, Tekanan Besar untuk Perburuan Poin
Manchester City Hancurkan Chelsea 3-0 di Stamford Bridge
Bayi Nyaris Dibawa Orang Tak Dikenal di RSHS Bandung, Ibu Soroti Gelang Identitas yang Digunting