Menteri Agama Tekankan Kolaborasi dengan Ormas di Pembukaan Muktamar Mathlaul Anwar

- Minggu, 12 April 2026 | 19:30 WIB
Menteri Agama Tekankan Kolaborasi dengan Ormas di Pembukaan Muktamar Mathlaul Anwar

Data di lapangan sepertinya mendukung pernyataan itu. Di Banten saja, ratusan madrasah berdiri di bawah naungannya. Secara nasional, jaringan mereka terus berkembang, menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Di balik layar, persiapan acara sebesar ini tentu tidak sederhana. Ketua OC Muktamar, Asep Rohmatulloh, memastikan segala sesuatunya sudah disiapkan secara matang. Dari hal administratif sampai teknis pelaksanaan, semuanya diatur sedemikian rupa agar berjalan lancar.

“Seluruh tahapan Muktamar disusun secara sistematis,” ujar Asep, “agar berjalan tertib, efektif, dan berkualitas.”

Ia juga menjamin keamanan dan kondusivitas acara, berkat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan aparat. Memang, sempat ada dinamika di lapangan seperti soal penertiban atribut namun begitu, semua itu sudah diselesaikan lewat jalur komunikasi. Dialog jadi kuncinya.

“Seluruh dinamika telah diselesaikan dengan baik melalui dialog. Saat ini seluruh tahapan Muktamar berjalan sesuai rencana,” jelasnya lagi.

Pada akhirnya, muktamar ini diharapkan jadi lebih dari sekadar forum internal. Ini adalah ruang strategis untuk konsolidasi, merumuskan arah baru, dan menyiapkan respons terhadap tantangan zaman yang kian kompleks; dari transformasi digital sampai persoalan ekonomi umat.

Harapannya ke depan, Mathla’ul Anwar bisa tetap adaptif tanpa kehilangan jati diri. Tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, sambil terus berkontribusi nyata bagi bangsa.

“Muktamar ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru,” pungkas Asep Rohmatulloh, “tetapi juga melahirkan arah kebijakan yang mampu menjawab tantangan zaman.”

Sebuah tugas berat, tentu saja. Tapi semangat ribuan peserta yang hadir di Serang sepertinya menunjukkan kesiapan untuk memulainya.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar