Jakarta. Bayangkan, harga emas dunia menyentuh angka lima ribu dolar AS per ons. Bukan sekadar prediksi sembarangan, tapi skenario yang kini mulai digulirkan para analis. Jika itu benar-benar terjadi, dampaknya di dalam negeri bakal luar biasa: harga emas batangan bisa melesat hingga menembus Rp3,1 juta per gram. Sebuah level psikologis baru yang sebelumnya mungkin cuma ada di angan-angan.
Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Traze Andalan Futures, melihat peluang itu terbuka lebar. Volatilitas yang tinggi saat ini, katanya, justru membentangkan rentang harga yang sangat luas untuk logam mulia.
“Dalam sepekan ke depan, ada kemungkinan besar harga emas dunia akan melompat di atas US$5.000, tepatnya di US$5.138 per troy ounce,” ujar Ibrahim, Minggu (12/4/2026).
“Jika ini terjadi, harga logam mulia di dalam negeri berpotensi melesat ke Rp3.1 juta per gram.”
Lalu, apa yang mendorong reli ekstrem semacam itu? Menurut Ibrahim, faktanya di lapangan, sentimen “Perang Dunia Ketiga” sudah berjalan. Ia merujuk pada keterlibatan negara-negara besar dalam berbagai konflik geopolitik, terutama di Timur Tengah. Situasi ini membuat bank-bank sentral di seluruh dunia kalang kabut, mencari alternatif cadangan devisa di luar dolar AS. Dan emas, tentu saja, jadi primadona.
Artikel Terkait
Persija Gelar Workshop Fotografi ke-5 di Sela Laga Kandang
Korban Penyekatan Air Keras Tolak Kasusnya Diadili di Peradilan Militer
BMKG Pastikan Cahaya Misterius di Langit Malang adalah Sampah Antariksa
Hexindo Gelar RUPSLB Usai Mundurnya Dua Direktur Asal Jepang