Meski detail intensitasnya masih akan berkembang, pesannya jelas: bersiaplah untuk musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang dari biasanya tahun depan. Ini bukan cuma karena El Nino, tapi juga dipengaruhi variabilitas iklim alami di Indonesia sendiri.
Mengantisipasi Dampaknya
Lalu, apa yang sudah disiapkan? Pemerintah tak tinggal diam. Fokus utamanya ada dua: menjaga pasokan air dan memastikan stok pangan aman.
Pertama, soal air. Waduk-waduk besar jadi penopang utama, terutama di sentra pangan seperti Jawa Tengah. Ambil contoh Waduk Gajah Mungkur. Untuk menjaga kapasitasnya, berbagai upaya dilakukan. Empat kapal keruk dikerahkan untuk mengeruk endapan. Tiga 'closure dike' dibangun untuk menjebak sedimen dari sungai. Penanaman pohon di hulu juga digencarkan untuk memperbaiki daerah tangkapan air. Tak lupa, operasi hujan buatan siap dijalankan bila diperlukan.
Kedua, stok pangan. Pemerintah mengklaim cadangan kita cukup kuat. Stok beras gabungan dari Bulog, swasta, dan potensi panen yang masih berdiri di sawah jumlahnya sangat besar. Cadangan untuk komoditas lain juga diperkuat.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dampak El Nino terhadap ketahanan pangan nasional bisa diredam. Persoalan iklim memang tak bisa dihindari, tapi setidaknya kesiapsiagaan bisa mencegah krisis yang lebih luas.
Artikel Terkait
AJ Bramah Cetak 35 Poin dan Bawa Tim Yudha Juara di IBL All-Star 2026
Wali Kota Semarang Kunjungi dan Beri Bantuan kepada Korban Pembegalan di Jalan Halmahera
Menteri Agama Tekankan Kolaborasi dengan Ormas di Pembukaan Muktamar Mathlaul Anwar
Presiden Prabowo Lantik Hakim Konstitusi, Anggota Ombudsman, dan Duta Besar