Namun begitu, banyak pengamat yang melihat ini hanya sebagai jeda sejenak, bukan jalan keluar permanen.
Dampak Berantai: Pariwisata Thailand Terpukul
Gelombang kecemasan dari Timur Tengah ternyata sampai juga ke pantai-pantai di Thailand. Otoritas Pariwisata setempat terpaksa memangkas target kunjungan wisatawan asing tahun ini. Estimasi baru kini hanya 30-34 juta orang, turun signifikan dari target awal.
Gubernur TAT, Thapanee Kiatphaibool, berharap ketegangan di Timur Tengah bisa mereda dalam satu hingga tiga bulan ke depan. Itu asumsi yang mereka pegang. Tahun lalu, Thailand masih bisa mendatangkan sekitar 32,9 juta wisatawan, menjadikannya destinasi kedua terpopuler di Asia Tenggara. Kini, angka itu terancam.
The Fed Kebingungan
Di seberang samudera, para petinggi Federal Reserve AS pun tampak serba salah. Risalah rapat terbaru mengungkapkan kebimbangan yang jarang terjadi: peluang untuk menaikkan atau justru menurunkan suku bunga dinilai sama besarnya.
Lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah mengacaukan proyeksi inflasi. Di satu sisi, harga energi yang tinggi mendorong inflasi. Di sisi lain, risiko pelemahan ekonomi global membayangi. Akibatnya, The Fed memilih untuk bersikap sangat hati-hati, menunggu situasi geopolitik lebih jelas.
OPEC Naikkan Kuota, Tapi...
Menanggapi kekacauan pasar, OPEC akhirnya mengumumkan kenaikan kuota produksi minyak sebesar 206 ribu barel per hari untuk bulan Mei. Sayangnya, langkah ini lebih bersifat simbolis. Kenyataannya, beberapa anggota kunci seperti Arab Saudi dan UEA kesulitan menaikkan output mereka.
Penyebabnya kembali ke Selat Hormuz. Penutupan jalur vital itu sejak akhir Februari telah memangkas ekspor dari beberapa produsen minyak terbesar di dunia. Jadi, meski kuota dinaikkan, realisasinya di lapangan adalah cerita yang sama sekali berbeda. Ketegangan geopolitik masih memegang kendali penuh atas pasokan energi global.
Artikel Terkait
Persija Gelar Workshop Fotografi ke-5 di Sela Laga Kandang
Korban Penyekatan Air Keras Tolak Kasusnya Diadili di Peradilan Militer
BMKG Pastikan Cahaya Misterius di Langit Malang adalah Sampah Antariksa
Hexindo Gelar RUPSLB Usai Mundurnya Dua Direktur Asal Jepang