“Keduanya sepakat untuk membongkar rumah tersebut,” begitu kira-kira kesimpulan dari proses panjang itu.
Setelah mediasi terakhir di kantor desa pada Jumat siang, semuanya dinyatakan selesai. Perkara rumah tangga yang berakhir dengan puing-puing dan kenangan yang ikut terserak.
Kini, yang tersisa hanya sepetak tanah kosong dan cerita pilu yang masih jadi perbincangan warga sekitar.
Artikel Terkait
Juventus Kalahkan Atalanta 1-0, Kokoh di Posisi Empat Klasemen
Paus Leo XIV Serukan Penghentian Perang dan Kembali ke Meja Dialog
Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Sumba Timur Dini Hari, Tak Ada Laporan Kerusakan
KPK Beberkan Modus dan Nilai Rp 2,7 Miliar dalam OTT Bupati Tulungagung