Mulai Tahun Depan, QRIS Bisa Langsung Scan untuk Dimsum di Beijing hingga Tteokbokki di Seoul

- Kamis, 20 November 2025 | 10:25 WIB
Mulai Tahun Depan, QRIS Bisa Langsung Scan untuk Dimsum di Beijing hingga Tteokbokki di Seoul

JAKARTA - Mulai tahun depan, bertransaksi di luar negeri bakal lebih mudah bagi masyarakat Indonesia. Bayangkan, beli dimsum di Beijing atau tteokbokki di Seoul bisa langsung pakai QRIS. Begitulah gambaran yang disampaikan Bank Indonesia mengenai perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard.

Filianingsih Hendarta, atau yang akrab disapa Fili, menjelaskan hal ini usai rapat Dewan Gubernur BI kemarin. "Awal tahun depan beli dimsum di Beijing bisa, lalu beli tteokbokki di Seoul juga bisa," ujar Deputi Gubernur BI itu dengan nada optimis.

Tak cuma China dan Korea Selatan, India juga masuk dalam target berikutnya. Menurut Fili, negosiasi dengan pihak India terus diupayakan agar bisa terealisasi pada 2026. "Dengan India terus kita kejar supaya iya bisa beli kare di sana," tambahnya sambil tersenyum.

Namun begitu, ada kabar kurang menggembirakan dari Arab Saudi. Progres agar QRIS bisa digunakan di sana ternyata masih cukup panjang. BI mengaku masih melakukan negosiasi intensif dengan Kerajaan Arab Saudi.

Fokusnya? Mengintegrasikan uang elektronik Indonesia ke dalam Nusuk Apps. Kalau ini terwujud, jemaah umrah dan haji pasti sangat terbantu. Transaksi mereka jadi jauh lebih praktis.

Sebelum merambah ke negara-negara tersebut, QRIS sudah lebih dulu bisa digunakan di beberapa negara ASEAN. Thailand, Malaysia, dan Singapura sudah mengadopsi sistem ini. Bahkan baru-baru ini Jepang juga bergabung melalui sistem JPQR.

Di balik ekspansi ini, ada kinerja transaksi digital dalam negeri yang sangat menggembirakan. Data Oktober 2025 menunjukkan volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,45 miliar transaksi. Angka ini tumbuh 31,2 persen dibanding tahun sebelumnya.

Yang paling mencolok adalah pertumbuhan transaksi QRIS. Tercatat melesat 139,45 persen! Peningkatan jumlah pengguna dan merchant jelas jadi pendorong utamanya. Sementara transaksi ritel lewat BI-FAST juga tak kalah impresif: 446,77 juta transaksi dengan nilai fantastis, Rp1.115,09 triliun.

Semua data ini menunjukkan satu hal: masyarakat Indonesia semakin akrab dengan transaksi digital. Dan sekarang, kemudahan itu siap dibawa ke tingkat global.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar