Indonesia Dorong Sistem Royalti Digital Global yang Lebih Adil di Forum ASEAN

- Sabtu, 11 April 2026 | 22:15 WIB
Indonesia Dorong Sistem Royalti Digital Global yang Lebih Adil di Forum ASEAN

“Melalui inisiatif ini, kami ingin mendorong terbentuknya sistem global,” tegas Supratman. Sistem yang mampu melindungi hak ekonomi kreator secara lebih adil, khususnya di dunia digital yang tanpa batas.

Di sisi lain, forum ini juga menyoroti sejumlah tantangan nyata. Infrastruktur teknologi antarnegara di kawasan masih timpang. Metadata hak cipta pun carut-marut fragmentasi di mana-mana. Kombinasi ini, menurut banyak peserta, jadi biang kerok kebocoran pendapatan yang merugikan musisi dan pencipta lagu.

Bayangkan saja. Metadata yang tidak seragam, seperti perbedaan pencatatan identitas karya atau pencipta, sering bikin royalti nyasar. Tidak sampai ke pemilik hak yang sebenarnya.

Belum lagi soal daya tawar. Lembaga pengelola royalti (CMO) di banyak negara berkembang kerap lemah saat berhadapan dengan raksasa platform streaming global. Posisinya tidak seimbang.

Nah, melalui dialog di Bali ini, Indonesia mendorong harmonisasi standar metadata karya cipta di ASEAN. Harapannya, distribusi royalti bisa lebih akurat dan kebocoran pendapatan ditekan. Penguatan kapasitas CMO juga jadi fokus. Dengan sistem yang lebih solid dan terintegrasi, lembaga-lembaga ini diharapkan bisa lebih percaya diri saat bernegosiasi.

Upaya reformasi ini memang tak bisa ditunda. Industri musik digital terus melesat, konsumsi via platform streaming melonjak, meninggalkan model distribusi konvensional. Tapi di balik pertumbuhan yang menggembirakan itu, isu keadilan bagi kreator tetap menganga.

Inisiatif Indonesia ini, pada akhirnya, bukan cuma untuk perbaikan internal. Lebih dari itu, mereka ingin mengambil peran strategis di tingkat regional dan global. Impian besarnya sederhana: menciptakan ekosistem industri musik yang benar-benar adil, transparan, dan berkelanjutan untuk semua pelaku di dalamnya.

Editor: Redaktur

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar