“Pertama, saya berharap Brandon Adams baik-baik saja dan cepat pulih. Kedua, impian saya telah hancur. Saya telah mencurahkan segenap hati dan jiwa saya ke dalam kamp pelatihan dan pertarungan ini,” tulis petinju asal Irlandia itu.
Usianya yang masih muda tak mengurangi dedikasinya. Agyarko mengungkapkan betapa ia telah berlatih keras selama 14 minggu, jauh dari keluarga, dengan biaya persiapan yang mencapai ribuan dolar. Semua itu seakan menguap begitu saja.
“Sekarang saya tidak bisa mewujudkan impian Amerika saya. Saya tidak dibayar dan saya tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun yang saya tahu adalah bahwa saya akan menjadi juara dunia suatu hari nanti,” ujarnya penuh keyakinan.
Rupanya, tekadnya tak goyah. Agyarko mengaku sudah terbiasa menghadapi kemunduran dan kali ini pun tak akan menyerah. “Saya sedang terluka saat ini, tetapi saya akan segera kembali ke ring dan saya akan menjadi juara dunia,” tegasnya.
Catatan Agyarko masih bersih: 18 kemenangan tanpa kekalahan, dengan tujuh di antaranya berakhir dengan KO. Kemenangan angka atas Ishmael Davis di bulan September lalu semakin mengukuhkan posisinya. Sayang, jalan menuju puncak harus terhenti sementara oleh insiden yang tak terduga ini.
Kini, semua mata tertuju pada kondisi kesehatan Brandon Adams. Sementara Agyarko harus menelan pil pahit dan kembali menata strategi. Dunia tinju memang tak pernah lepas dari drama di luar ring.
Artikel Terkait
Polisi Janji Usut Bandar Narkoba Usai Aksi Warga Bakar Rumah di Rokan Hilir
Lebaran Betawi 2026 Ramaikan Lapangan Banteng, Usung Tema Perkokoh Persatuan
Hino Perkenalkan Truk Pemadam Kebakaran Berbasis Sasis 300 Series di GIICOMVEC 2026
Baznas Gelar Turnamen Padel untuk Kumpulkan Dana Bencana Sumatera