Di sisi lain, Seskab ini mengakui bahwa perbedaan pandangan adalah hal yang lumrah dalam demokrasi. Ruang kritik, katanya, tak pernah ditutup. Asalkan disampaikan dengan cara yang konstruktif.
"Silakan beri kritik," kata Teddy.
"Tapi jangan sampai pernyataan yang keluar justru menciptakan kecemasan, membuat orang resah. Padahal, semuanya stabil. Semuanya terkendali."
Di penghujung pernyataannya, dia mengajak semua pihak, termasuk insan pers, untuk menjaga optimisme. Membangun narasi positif untuk masa depan bangsa jauh lebih penting.
Pemerintah sendiri berkomitmen untuk terus memperbaiki kinerja. Kritik dan masukan dari masyarakat tetap dibutuhkan.
"Jangan sampai kita malah mengajak orang untuk punya harapan buruk terhadap negeri ini. Tentu kami belum sempurna. Kritik kami terima. Lalu, secepat mungkin kami perbaiki," pungkas Teddy.
Artikel Terkait
Polisi Janji Usut Bandar Narkoba Usai Aksi Warga Bakar Rumah di Rokan Hilir
Lebaran Betawi 2026 Ramaikan Lapangan Banteng, Usung Tema Perkokoh Persatuan
Hino Perkenalkan Truk Pemadam Kebakaran Berbasis Sasis 300 Series di GIICOMVEC 2026
Baznas Gelar Turnamen Padel untuk Kumpulkan Dana Bencana Sumatera