Wamen Dalam Negeri Tinjau Penerapan WFH ASN Bekasi, Apresiasi Capaian 40 Persen

- Sabtu, 11 April 2026 | 11:15 WIB
Wamen Dalam Negeri Tinjau Penerapan WFH ASN Bekasi, Apresiasi Capaian 40 Persen

Di sisi lain, Bima menegaskan komitmen pemerintah. Langkah efisiensi ini adalah wujud nyata untuk menjaga stabilitas harga, khususnya agar tidak membebani kelompok menengah ke bawah. “Bagi Presiden, bagi pemerintah saat ini, keberpihakan kepada warga terutama kelas menengah ke bawah itu sangat penting untuk dijaga,” tegasnya.

Lalu bagaimana dengan pelayanan publik? Bima memastikan layanan esensial tak akan terganggu. Sektor-sektor vital seperti lingkungan hidup, sumber daya air, pemadam kebakaran, dan Satpol PP tetap beroperasi penuh. Untuk layanan di tingkat kecamatan, kelurahan, dan perizinan, tetap berjalan dengan pembatasan maksimal separuh pegawai yang bekerja dari kantor.

Tentu saja, pengawasan ketat diperlukan agar WFH tidak jadi ajang bermalas-malasan. Pemerintah menerapkan sistem pelaporan kinerja digital dan pemantauan lokasi. Sanksi menanti bagi ASN yang melalaikan tugas, termasuk pejabat yang lalai mengawasi.

Hal lain yang diapresiasi Bima adalah inisiatif Wali Kota Bekasi mendorong ASN-nya naik transportasi umum atau bersepeda. Ke depan, ia berharap langkah ini bisa dikembangkan lebih jauh. Terutama dengan fokus pada transportasi publik berbasis listrik.

“Sebetulnya kalau skema kendaraan listrik ini juga fokus ke transportasi publik, akan jauh lebih signifikan dampaknya,” tuturnya. Gagasan itu, menurutnya, sudah mulai diinisiasi oleh Presiden. Sebuah harapan untuk efisiensi energi yang lebih besar lagi di masa mendatang.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar