Jakarta Convention Center Senayan ramai Sabtu siang itu. Para pesilat dan undangan sudah memadati ruang utama JCC, menunggu kedatangan tamu utama. Dan sekitar pukul 13.30, Presiden Prabowo Subianto akhirnya tiba. Ia datang bukan hanya sebagai kepala negara, tapi juga sebagai Ketua Umum PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Penampilannya langsung menyita perhatian. Prabowo mengenakan beskap Melayu hitam yang tampak gagah, dipadukan dengan kain songket berbenang emas dan peci hitam. Gaya busananya serius, tapi tetap memancarkan kharisma khasnya.
Begitu Presiden mengambil tempat, suasana langsung berubah khidmat. Acara pun dimulai dengan menyanyikan Indonesia Raya. Lagu kebangsaan itu bergema di seluruh ruangan, diikuti kemudian oleh Mars Patriot Olahraga dan Mars IPSI. Suasana terasa sangat nasionalis dan penuh semangat.
Nah, yang bikin acara ini makin istimewa, kehadiran para pejabat tinggi negara. Mereka datang lengkap. Dari jajaran Kabinet Merah Putih, hadir Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, hingga Menpora Erick Thohir. Mendikti Saintek Brian Yuliarto dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo juga tak absen.
Tak ketinggalan, pimpinan TNI-Polri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto hadir, begitu pula KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak. Yang menarik, mereka semua tampil dengan pakaian pencak silat, menunjukkan dukungan penuh terhadap dunia persilatan.
Munas XVI IPSI ini sendiri punya tema yang ambisius: “Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade”. Forum ini jelas bukan sekadar pertemuan rutin. Di sini, arah pengembangan pencak silat untuk masa depan akan dibahas, mulai dari penguatan organisasi sampai strategi meningkatkan daya saing di kancah global.
Menurut Benny Sumarsono, Ketua Harian PB IPSI, momen ini sangat krusial.
“Munas ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi nasional untuk membawa pencak silat semakin maju dan berdaya saing global,” ujarnya.
Jadi, bisa dibilang acara ini lebih dari sekadar musyawarah. Ini adalah langkah strategis untuk mematangkan pencak silat, bukan cuma sebagai olahraga prestasi tapi juga sebagai warisan budaya Indonesia yang siap menguasai dunia.
Artikel Terkait
Gerindra: Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN 2026 Legal dan Sudah Sesuai Aturan
Kawanan Monyet Liar Turun ke Jalan Nasional Probolinggo-Situbondo Akibat Kekurangan Pakan
Jonatan Christie Tersingkir di Babak 32 Besar Singapore Open Usai Dibalik Prannoy
Malam Takbiran Idul Adha di Kayong Utara Meriah, Mahfud MD dan Dasad Latif Hadiri Pawai Mobil Hias