Saleh menambahkan, JK itu tokoh hebat. Pengalamannya luas, tidak cuma di bisnis, tapi juga politik dan birokrasi. Namanya dikenal hingga ke mancanegara.
“Saya kira banyak pihak yang berharap hal yang sama,” sambungnya. “Kalau Pak JK singgah ke Istana, semua berharap beliau menyampaikan kritik yang konstruktif. Berbicara langsung pasti lebih mudah dilaksanakan. Apalagi yang menyampaikan orang sekelas beliau.”
Di sisi lain, Saleh merasa kurang elok kalau orang seperti JK menyampaikan kritik lewat media sosial atau media massa. “Biarlah kritik terbuka seperti itu disampaikan masyarakat biasa. Semua orang juga tahu, Pak JK ini sangat cinta dan rela berkorban untuk Indonesia,” tuturnya.
Usulan ini muncul setelah sebelumnya JK memberi pernyataan terkait kebijakan energi. Di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu (5/4), JK mengusulkan pemerintah mempertimbangkan pengurangan subsidi BBM. Tujuannya, menekan defisit negara.
Menurutnya, harga BBM yang terlalu murah justru bisa membuat orang tidak berhemat. Mobilisasi dengan kendaraan akan terus tinggi karena BBM terjangkau. “Subsidi akan meningkat terus. Kalau meningkat terus, ya utang naik terus,” pungkas JK.
Artikel Terkait
Polisi Janji Usut Bandar Narkoba Usai Aksi Warga Bakar Rumah di Rokan Hilir
Lebaran Betawi 2026 Ramaikan Lapangan Banteng, Usung Tema Perkokoh Persatuan
Hino Perkenalkan Truk Pemadam Kebakaran Berbasis Sasis 300 Series di GIICOMVEC 2026
Baznas Gelar Turnamen Padel untuk Kumpulkan Dana Bencana Sumatera