Pendekatan Humanis sebagai Jalan Keluar
Lalu, apa yang ditawarkan? Agustinus mendorong pendekatan yang lebih manusiawi. Ia meminta pemerintah lebih menghadirkan solusi lewat peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perekonomian warga. Baginya, jaminan keamanan baru akan tercipta jika masyarakat merasa sejahtera dan diperlakukan adil. Penegakan hukum yang tidak memihak pun menjadi kunci untuk membangun kembali kepercayaan.
“Yang dibutuhkan adalah perubahan pendekatan agar Papua menjadi tanah damai dan membawa kesejahteraan bagi semua,” katanya menekankan.
Harapannya, Papua bisa diarahkan menjadi wilayah yang damai dan makmur. Tempat dimana semua warga, baik orang asli Papua maupun pendatang dari berbagai daerah di Indonesia, bisa hidup berdampingan dengan tenang.
Pandangan dan desakan ini bukan sekadar wacana. Agustinus mengaku telah menyampaikannya langsung kepada perwakilan Kementerian HAM yang berkunjung ke Nabire beberapa hari lalu. Kunjungan itu sendiri terkait penyelidikan kasus konflik di Dogiyai. Momentum itu digunakan untuk mendorong agar solusi humanis benar-benar dipertimbangkan sebagai jalan utama menuju perdamaian.
Artikel Terkait
Kominfo: Layanan Telekomunikasi Ramadan dan Lebaran 2026 Stabil Tanpa Gangguan Signifikan
Balita Tertabrak Mobil Bantuan Gizi di Indramayu, Kondisi Mulai Pulih
Pemerintah Pastikan Biaya Tambahan Haji Rp1,77 Triliun Tak Bebani APBN
Ombudsman RI Baru Fokus Benahi Internal dan Dampingi Program Pemerintah