Di sisi lain, peta virtual "GrabMaps for Consumers" bakal bantu kamu cari stasiun pengisian listrik untuk mobil elektrik, lokasi parkir, atau navigasi dalam ruangan di mall yang luas.
Bicara soal keuangan, ada "Cash Loan". Fitur pinjaman cepat ini menggunakan AI untuk menilai kelayakan kredit pengguna secara instan.
Sementara bagi mitra driver dan pelaku usaha, Grab juga punya sejumlah terobosan. Mitra "merchant" bisa pakai "Virtual Store Manager" dan "Cloud Printer". Teknologi AI di sini bisa otomatisasi banyak hal, mulai dari pantau kebersihan toko, ukur keramaian pelanggan, sampai sinkronkan pesanan antara kasir dan dapur. Ada juga "Tap to Pay" yang mengubah ponsel jadi alat bayar tap tanpa perlu alat tambahan.
Untuk mitra pengemudi, "Driver AI Assistant" berupa chatbot bakal jadi asisten pribadi. Fitur ini memberi saran real-time agar perjalanan lebih efisien dan pendapatan harian bisa lebih optimal.
Semua fitur canggih ini ditopang oleh sistem bernama "Grab Intelligence Layer". Infrastruktur AI ini dibangun dari analisis data yang luar biasa besar lebih dari 20 miliar data perjalanan dan transaksi. Teknologinya memanfaatkan sinyal dunia nyata, seperti cuaca sampai pola aktivitas pengguna, untuk menghasilkan rekomendasi yang kontekstual dan membantu pengambilan keputusan.
Jadi, inilah upaya Grab menjadikan aplikasinya bukan sekadar alat pesan ojek atau makanan, tapi benar-benar asisten digital yang memahami kebutuhan harian kita.
Artikel Terkait
PT Freeport Indonesia Kenang 9 Korban Jiwa dalam Peringatan HUT ke-59
Wanita dan Bayinya Tewas Diduga Usai Melahirkan di Kamar Mandi Kos Batam
Pemerintah Janjikan Disiplin Anggaran, Batasi Utang di Bawah 40% PDB
Longsor Tutup Total Jalur Cadas Pangeran, Lalu Lintas Dialihkan ke Tol