"Nah itu, kan sudah kontrak, kan mereka sudah kontrak sesuai dengan tahun. Kan biasanya program di awal tahun. Itu sudah kontrak di awal tahun," paparnya.
Dengan berbagai persiapan itu, Bulog optimistis distribusi beras akan tetap lancar. Dinamika di sektor industri pendukung diharapkan tidak membuat layanan mereka goyah.
Di sisi lain, tugas Bulog memang cukup besar. Sepanjang 2026, BUMN pangan ini mendapat penugasan menyalurkan beras program SPHP hingga 828 ribu ton. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat nasional. Beras program ini didistribusikan dalam kemasan 5 kg, dan sedang didesain juga kemasan 2 kg agar lebih terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah.
Tak hanya itu, ada juga penugasan distribusi bantuan pangan untuk 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) pada Februari dan Maret 2026. Setiap KPM berhak mendapat 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng merek MinyaKita.
Proses penyaluran bantuan ini sempat ditunda demi menjaga stabilitas harga selama Ramadhan dan Lebaran. Namun, sejak akhir Maret lalu, distribusi sudah bergulir kembali dan ditargetkan tuntas pada akhir April ini.
Artikel Terkait
Program Air Bersih Perindo Ubah Hidup Warga di Dusun Watuliwung, Sikka
Trump Umumkan Gencatan Senjata Dua Pekan dengan Iran, Bergantung Pembukaan Selat Hormuz
Dua Pencopet di Stasiun Jatinegara Ditangkap Berkat Rekaman Warga
Kejaksaan Agung Luncurkan Aplikasi Jaga Desa dan Jaga Dapur MBG untuk Tekan Korupsi Dana Desa