Isu kelangkaan biji plastik akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah sempat memicu kekhawatiran. Tapi, menurut Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, stok kemasan beras mereka masih aman. "Kebetulan Bulog masih ada stoknya untuk menghadapi kebutuhan-kebutuhan plastik itu," ujar Rizal, Selasa lalu di Jakarta, usai rapat dengan Komisi IV DPR RI.
Ia mengakui, persoalan bahan baku plastik memang sedang hangat. Namun begitu, penjelasan teknis lebih lanjut sepenuhnya menjadi ranah Kementerian Perindustrian. Bulog sendiri, kata dia, tak punya kewenangan untuk membahasnya lebih detail.
Yang jelas, hingga saat ini operasional distribusi beras ke masyarakat dipastikan tidak terganggu. Stok kemasan plastik yang dimiliki dinilai masih cukup. Rizal menegaskan, sebagian besar produk Bulog adalah untuk program pelayanan publik atau PSO. Jadi, keberlanjutan penyaluran ke rakyat adalah prioritas mutlak.
"Kalau kita kan rata-rata produknya itu adalah yang produk PSO, berasnya untuk rakyat, bukan untuk jual. Dan, Alhamdulillah sementara masih ada stok (kemasan beras)," jelasnya.
Meski kondisi saat ini terkendali, langkah antisipasi sudah mulai disiapkan. Hal ini untuk mengamankan distribusi dari potensi gangguan pasokan plastik di masa mendatang.
Khusus untuk program beras SPHP kemasan 2 kilogram, Rizal menyebut pengadaannya sudah aman. Kontrak dengan pemasok telah diselesaikan sejak awal tahun anggaran, jauh sebelum isu kelangkaan plastik mencuat.
Artikel Terkait
Program Air Bersih Perindo Ubah Hidup Warga di Dusun Watuliwung, Sikka
Trump Umumkan Gencatan Senjata Dua Pekan dengan Iran, Bergantung Pembukaan Selat Hormuz
Dua Pencopet di Stasiun Jatinegara Ditangkap Berkat Rekaman Warga
Kejaksaan Agung Luncurkan Aplikasi Jaga Desa dan Jaga Dapur MBG untuk Tekan Korupsi Dana Desa