Trump Usulkan Tarif Lintas di Selat Hormuz Usai Klaim Kemenangan atas Iran

- Selasa, 07 April 2026 | 06:45 WIB
Trump Usulkan Tarif Lintas di Selat Hormuz Usai Klaim Kemenangan atas Iran

Namun begitu, Iran tampaknya punya agenda lain. Menurut sejumlah laporan, mereka malah sudah mulai memungut biaya dari beberapa kapal yang diizinkan lewat. Situasinya memang berubah.

"Situasi Selat Hormuz tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang," tulis Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, di platform X bulan lalu. Pernyataan itu seperti menegaskan babak baru telah dimulai.

Pandangan serupa disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Ia mendorong terciptanya "tatanan baru" dalam pengelolaan selat pascakonflik. Tujuannya, katanya, untuk menjamin keamanan pelayaran tapi sekaligus menjaga kepentingan nasional Iran.

"Saya percaya bahwa setelah perang, langkah pertama adalah menyusun protokol baru untuk Selat Hormuz. Secara alami, hal ini harus dilakukan oleh negara-negara yang berada di kedua sisi selat," jelasnya kepada Al Jazeera pada Maret lalu.

Sementara itu, dari Gedung Putih ada sinyal lain. Mereka sebelumnya menyebut Trump sedang mempertimbangkan opsi untuk membebankan biaya perang kepada sekutu-sekutu Arab. Tujuannya? Menutup pengeluaran AS dalam konflik melawan Iran. Semuanya berputar pada soal siapa yang bayar, dan siapa yang dapat untung.

Jadi, wacana tarif Trump bukan sekadar omongan. Itu bagian dari pertarungan yang lebih besar: siapa yang berhak mengontrol gerbang energi dunia, dan dengan harga berapa.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar