Warga Jawa Tengah perlu bersiap. BMKG baru saja mengeluarkan peringatan dini untuk cuaca ekstrem yang mengancam 17 wilayah di provinsi itu hari ini, Selasa 7 April. Tak cuma hujan deras dan angin kencang, mereka yang tinggal di pesisir utara juga harus siaga menghadapi banjir rob.
Menurut Arif N, prakirawan di Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, kondisi terburuk diprediksi bakal melanda kawasan pegunungan dan dataran tinggi. Di sana, hujan lebat bisa saja disertai petir dan angin yang menggila.
"Kami imbau warga, khususnya yang tinggal di lereng bukit atau dekat daerah aliran sungai, untuk waspada," ujar Arif.
Dia menekankan, ancaman bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir bandang sangat nyata.
Lalu, daerah mana saja yang masuk daftar waspada? Berikut rinciannya dari BMKG: Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Temanggung, Kajen, Slawi, Magelang, Salatiga, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa. Di luar daftar itu, hujan ringan hingga sedang masih mungkin terjadi di seantero Jawa Tengah.
Namun begitu, ceritanya agak berbeda di pesisir. Meski gelombang laut mulai tenang, ancaman justru datang dari air yang merayap naik. Pantura harus bersiap-siap menghadapi banjir rob.
Sediyanto, prakirawan dari Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, membeberkan bahwa pasang maksimum bisa mencapai 0,9 meter. "Puncaknya diperkirakan antara siang sampai sore nanti, sekitar pukul 13.00 sampai 18.00 WIB," jelasnya.
Kenaikan muka air laut ini bukan perkara sepele. Aktivitas warga di pesisir bakal terganggu. Transportasi darat di pinggir pantai berpotensi macet, kegiatan bongkar muat di pelabuhan bisa terhambat. Para pembudidaya ikan di tambak dan petani garam juga harus ekstra hati-hati. Kerugian bisa membayang jika tidak diantisipasi sejak dini.
Secara umum, cuaca di Jawa Tengah hari ini didominasi angin timur laut ke tenggara dengan kecepatan bervariasi, mulai dari yang pelan sampai lumayan kencang. Suhu udara terasa sejuk di pagi hari, sekitar 18 derajat, dan bisa terik mencapai 32 derajat Celcius di siang bolong. Kelembapannya tinggi, antara 60 sampai 95 persen.
Intinya, situasinya tidak menentu. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi dari saluran resmi mereka. Dengan begitu, risiko dari cuaca ekstrem ini bisa diminimalisir. Lebih baik waspada daripada menyesal, bukan?
Artikel Terkait
Guardiola Ingin Lakukan ‘Hal Bodoh’ Setelah Tinggalkan Manchester City
Pengamen Waria di Solo Ditangkap Satpol PP Usai Tampar Pengunjung Warung karena Tak Diberi Uang
Pensiunan BUMN Sukses Kembangkan Budi Daya Ikan Nila Bioflok di Bogor, Raup Omzet Jutaan Rupiah
Ketua Fraksi Golkar Akui Pelayanan Haji 2026 Meningkat Signifikan