Nah, soal sesar naik ini penting. Rahmat menekankan bahwa jenis patahan ini punya potensi lebih besar untuk memicu tsunami ketimbang sesar mendatar.
"Makanya, kami segera mengeluarkan warning karena sesar naik itu potensi menimbulkan tsunaminya sangat tinggi dibandingkan dengan yang mekanisme mendatar ya. Jadi, dan kami sudah segera merilis peringatan dini tsunami di beberapa wilayah terdampak," tegasnya.
Peringatan itu ternyata tepat. Data pemantauan tinggi muka air laut Tide Gauge membuktikan tsunami benar-benar terjadi. Gelombang tercatat di beberapa lokasi dengan ketinggian bervariasi.
Di Halmahera Barat, tsunami terdeteksi pukul 06:08 WIB setinggi 0.30 meter. Menyusul Bitung pada 06:15 WIB (0.20 m), Sidangoli pada 06:16 WIB (0.35 m), Minahasa Utara pada 06:18 WIB (0.75 m), dan terakhir di Belang pukul 06:36 WIB dengan ketinggian 0.68 meter.
Rangkaian data ini menggambarkan betapa signifikannya dampak gempa tersebut. Getaran susulan yang masih berlangsung hingga hari ini menjadi pengingat bahwa alam masih terus bergerak.
Artikel Terkait
Cuaca Buruk di Soekarno-Hatta, 12 Penerbangan Dialihkan
Ledakan di Pabrik Baja Sidoarjo Tewaskan Satu Pekerja
Truk Alat Berat Seret Kabel, 500 Pelanggan PLN di Tulungagung Gelap
Pesawat Tempur AS F-15E Dikabarkan Ditembak Jatuh di Iran