Zamfara, harus diakui, hanyalah satu dari sejumlah negara bagian di barat laut dan tengah Nigeria yang hidup dalam teror. Geng kriminal lokal, atau yang biasa disebut "bandit", ini memang kejam. Mereka tak segan menyerang warga, menculik untuk tebusan, hingga membakar rumah usai dijarah.
Lalu, bagaimana semua ini bermula? Awalnya, lebih dari sepuluh tahun lalu, konflik ini cuma perselisihan biasa antara penggembala dan petani. Mereka berebut air dan lahan yang makin susah didapat karena perubahan iklim.
Lambat laun, kekerasan antarkelompok itu berubah wujud. Dari sekadar bentrok, menjadi sindikat pencurian ternak yang terorganisir, lalu merambah ke bisnis kotor penculikan untuk tebusan.
Yang lebih mengkhawatirkan, motif keuntungan finansial kini membuat para bandit ini mulai berkolaborasi dengan elemen jihadis dari timur laut. Kelompok pemberontak itu sendiri sudah 17 tahun melancarkan perlawanan bersenjata dengan tujuan mendirikan kekhalifahan. Kolaborasi semacam ini, tentu saja, membuat situasi keamanan jadi semakin rumit dan berbahaya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Kecam Serangan Israel di Lebanon Usai Gugurnya Tiga Prajurit TNI
Oscar Pensiun Dini Usai Didiagnosis Gangguan Jantung
Anggota DPR Kritik Penyelesaian Mediasi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Unissula
Kejagung Tarik Kajari Karo dan Tim Jaksa Usai Vonis Bebas Amsal Sitepu