Lokasi ledakan di Jnah ini sendiri cukup sensitif. Posisinya sangat berdekatan dengan kompleks Kedutaan Besar China. Belum lagi, distrik tersebut bukan area biasa. Menurut data, ada sekitar 8.000 pengungsi dari wilayah timur dan selatan Lebanon yang saat ini menempati kawasan itu, menjadikannya salah satu pusat penampungan terbesar.
Serangan ini bukanlah insiden yang berdiri sendiri. Sejak awal Maret lalu, ketegangan bersenjata antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon sudah memanas dengan cepat. Pemicu awalnya adalah serangan roket Hizbullah ke wilayah Israel, yang kebetulan waktunya beriringan dengan aksi militer Amerika Serikat dan Israel yang menyasar Iran.
Balasan Israel pun datang bertubi-tubi. Mereka melancarkan gempuran besar-besaran ke berbagai titik di Lebanon, merambah dari Lembah Beqaa dan wilayah selatan, hingga sampai ke pinggiran ibu kota Beirut seperti yang terjadi hari ini.
Eskalasi kemudian mencapai level baru ketika, pada pertengahan Maret, militer Israel secara resmi mengumumkan dimulainya operasi darat di perbatasan selatan Lebanon. Situasi, tampaknya, masih jauh dari kata reda.
(ant/dpi)
Artikel Terkait
Lazio dan Parma Bermain Imbang, Bologna Kalahkan Cremonese di Pekan ke-31 Serie A
Polisi Tangkap Dua Tersangka Pencuri Komodo di Manggarai Timur
Mantan Dirut PPI Ajukan PK ke MA Meski Sudah Dieksekusi ke Lapas
Lefundes Bawa Borneo Taklukkan Madura, Tapi Doakan Mantan Klubnya Bangkit