Suasana bahagia pernikahan anaknya berubah jadi petaka bagi Dadang. Di Desa Kertamukti, Campaka, Purwakarta, Sabtu (4/4) lalu, hajatannya justru berakhir dengan kematiannya sendiri. Ia tewas setelah dikeroyok segerombolan preman yang datang ke lokasi pesta.
Polisi masih berburu para pelaku. Menurut penyelidikan sementara, semua berawal dari aksi pemalakan yang eskalasinya tak terkendali.
1. Hajatan yang Berubah Jadi Malam Duka
Rumah Dadang di Desa Kertamukti seharusnya dipenuhi tawa dan ucapan selamat. Tapi semua sirna ketika sejumlah pemuda tak dikenal muncul dan memicu keributan. Situasi cepat memanas, berujung pada pengeroyokan terhadap pemilik hajatan itu.
Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi membenarkan kejadian itu.
"Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri," katanya di Mapolsek, Sabtu malam.
Artikel Terkait
Banjir Bandang di Angola Tewaskan 15 Orang dan Rendam Ribuan Rumah
Lebaran Betawi ke-18 Digelar di Lapangan Banteng April 2026
Serangan Udara Israel di Beirut Selatan Tewaskan 4 Orang, Luka 30
Arbeloa Anggap Beban Kekalahan Madrid ke Mallorca Sebagai Tanggung Jawab Pribadi