Dadang sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi tak sadar. Sayangnya, upaya itu sia-sia. Luka-luka akibat pengeroyokan itu terlalu parah, dan nyawanya tak tertolong.
2. Awalnya Rp 100 Ribu, Lalu Melonjak Jadi Setengah Juta
Cerita lengkapnya datang dari adik korban, Wahyudin. Menurut pengakuannya, kelompok itu datang dengan niatan jelas: memalak. Mereka meminta uang kepada keluarga yang sedang sibuk dengan resepsi.
"Saya itu dimintai uang, istilahnya dipalak. Pertama dikasih Rp 100 ribu," ujar Wahyudin.
Rupanya, pemberian itu tak cukup. Sekitar satu jam kemudian, kelompok yang sama kembali. Kali ini, permintaannya jauh lebih besar: Rp 500 ribu. Dadang menolak. Penolakan inilah yang diduga memicu amarah mereka, lalu berlanjut pada keributan dan penganiayaan mematikan.
Sampai saat ini, suasana di lokasi kejadian masih mencekam. Polisi terus mengumpulkan keterangan saksi untuk menyusun kronologi yang utuh dan menangkap mereka yang bertanggung jawab atas kematian Dadang.
Artikel Terkait
Banjir Bandang di Angola Tewaskan 15 Orang dan Rendam Ribuan Rumah
Lebaran Betawi ke-18 Digelar di Lapangan Banteng April 2026
Serangan Udara Israel di Beirut Selatan Tewaskan 4 Orang, Luka 30
Arbeloa Anggap Beban Kekalahan Madrid ke Mallorca Sebagai Tanggung Jawab Pribadi