Sabtu lalu (4/4), suasana Desa Sekumur di Aceh Tamiang terasa berbeda. Kehadiran Tito Karnavian, sang Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera yang juga Mendagri, mengundang perhatian. Ia datang bukan sekadar seremonial. Tito ingin melihat sendiri kondisi di lapangan dan ngobrol langsung dengan warga yang masih berjuang bangkit dari bencana akhir November tahun lalu.
Pertemuan itu sederhana, beralaskan tikar. Tapi isinya berat. Sekitar 200 orang berkumpul, menyampaikan satu persatu persoalan yang mereka hadapi sejak musibah menerjang. Mulai dari kesulitan air bersih yang akut hingga ketiadaan rumah yang layak huni. Suasana haru dan harapan berbaur di udara.
Di tengah kerumunan itu, Mijah menyampaikan keluhannya langsung kepada Tito. Hidup pascabencana terasa getir tanpa kepastian.
Harapan serupa juga disampaikan Deri, penyintas lainnya. Ia mendesak agar pemerintah segera menangani fasilitas sanitasi dan memulihkan ekonomi warga yang porak-poranda.
Artikel Terkait
Banjir Bandang di Angola Tewaskan 15 Orang dan Rendam Ribuan Rumah
Lebaran Betawi ke-18 Digelar di Lapangan Banteng April 2026
Serangan Udara Israel di Beirut Selatan Tewaskan 4 Orang, Luka 30
Arbeloa Anggap Beban Kekalahan Madrid ke Mallorca Sebagai Tanggung Jawab Pribadi