Langkah Iran ini sebenarnya bukan yang pertama. Sejarah mencatat sejumlah negara juga pernah memboikot turnamen besar karena alasan politik. Tapi, mundurnya Iran tetap saja terasa sebagai kehilangan besar. Di sisi lain, keputusan ini bisa dimengerti. Keselamatan manusia harus di atas segalanya, apalagi di tengah ketidakpastian global yang mencekam.
Lalu, Apa Dampaknya untuk Kompetisi?
Sampai berita ini diturunkan, FIFA selaku badan sepak bola dunia belum angkat bicara. Mereka belum memberi pernyataan resmi soal mekanisme penggantian slot yang ditinggalkan Iran dari zona Asia. Itu jadi pertanyaan besar berikutnya.
Keputusan ini sekaligus mengakhiri perdebatan panjang di internal Iran sendiri. Selama ini, pro dan kontra mengenai keikutsertaan di negara "lawan" memang kerap menghangat. Kini, jawabannya sudah final.
Perhatian Iran sepenuhnya tertuju pada penguatan internal dan penanganan dampak konflik yang terus berkecamuk. Sementara itu, publik dan pecinta sepak bola di seluruh dunia hanya bisa menunggu. Mereka menanti langkah FIFA untuk mengisi kekosongan itu. Siapa yang akan mendapat kesempatan emas menggantikan Iran? Waktu yang akan menjawab.
(Muhammad Fauzan)
Artikel Terkait
Jurnalis TVRI Luncurkan Antologi Puisi Kolaborasi 181 Penulis ASEAN
Gempa 7,6 SR: Warga Bitung Pulang, Trauma Masih Kuat di Maluku Utara
Patroli Gabungan Brimob dan Polres Jaktim Amankan Remaja Pelaku Miras dan Pelanggaran Lalu Lintas
Diskon Tiket Mudik PELNI 30% Ludes Lebih Cepat, Capai 467 Ribu Penumpang