Serangan drone Ukraina ke wilayah Rusia kembali terjadi. Kali ini, sasarannya adalah area pelabuhan penting di Baltik. Menurut pihak berwenang Rusia, serangan itu berhasil mereka hadang, tapi ternyata dampaknya tetap ada. Puing dari salah satu drone yang ditembak jatuh justru menyebabkan kerusakan pada pipa minyak di dekat Primorsk.
Gubernur regional Alexander Drozdenko mengonfirmasi lewat Telegram bahwa pipa tersebut sempat terbakar. "Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," tegasnya. Ia juga menyebut api berhasil dikendalikan dan sedang dibakar dengan aman untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.
Dari sisi pertahanan, Rusia mengklaim telah menembak jatuh 19 pesawat tak berawak di wilayah Leningrad dalam serangan yang sama. Namun begitu, reruntuhannya ternyata membawa konsekuensi.
Ini bukan pertama kalinya Primorsk jadi sasaran. Wilayah yang strategis ini, terletak di antara perbatasan Finlandia dan St. Petersburg, sudah pernah diserang sebelumnya. Pada Maret lalu, sebuah depot minyak di sana dilaporkan terbakar hebat akibat serangan.
Sepertinya, pola serangan Ukraina memang sedang bergeser. Dalam beberapa bulan terakhir, serangan terhadap infrastruktur krusial Rusia seperti ini semakin sering terjadi. Sebuah strategi yang jelas ingin memberi tekanan dari belakang garis pertahanan.
Artikel Terkait
Pria 23 Tahun di Medan Ditangkap Usai Sayat dan Tusuk Pekerja yang Sedang Menjemur Ikan
Agung Laksono Restui La Ode Safiul Akbar Maju Calon Ketum Kosgoro 1957, Target Dongkrak Suara Golkar di Pemilu 2029
Polrestabes Makassar Tangkap Pemuda 19 Tahun yang Perkosa dan Bunuh Bocah 12 Tahun, Pelaku Semua Buat Keributan Saat Olah TKP
Bogor Hornbills Paksa Laga Penentuan Usai Kalahkan Kesatria Bengawan Solo di Overtime