Menurut sejumlah saksi, malam itu seharusnya jadi momen sukacita. Hajatan sedang berlangsung, tiba-tiba sekelompok orang muncul. Mereka meminta 'jatah preman'. Dadang pun mengulurkan uang Rp 100 ribu.
Rupanya itu tak cukup. Kelompok itu kembali mendatangi Dadang, kali ini meminta Rp 500 ribu. Karena merasa keberatan, korban pun menolak. Penolakan itu memicu keributan yang berujung petaka.
Dadang dikeroyok. Ia dipukuli dengan bambu, dan pukulan di bagian kepala itu tampaknya yang paling fatal. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi tak sadarkan diri. Sayangnya, upaya dokter tak berhasil. Sabtu malam (4/4), Dadang dinyatakan meninggal dunia.
Suasana hajatan yang riuh gembira, berubah jadi senyap dan pilu dalam sekejap.
Artikel Terkait
Jembatan Beton Akhiri Penantian 15 Tahun Warga Sambeng Boyolali
Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Ditangkap Setelah 7 Tahun Buron
KA Siliwangi Tertahan di Cianjur Akibat Banjir Rendam Rel
Yayasan dan BGN Labuhanbatu Gelar Fun Match untuk Pererat Sinergi Dapur MBG