Karena termasuk komet baru, lintasan pastinya masih terus dipantau. Para astronom masih mengamati pergerakannya untuk memastikan prediksi visibilitas dari Bumi.
Puncak Pendekatan: Awal April 2026
Banyak yang menyebut tanggal 4-5 April 2026. Menurut Space, itu adalah periode saat komet mencapai titik terdekatnya dengan Matahari. Bukan berarti pada tanggal itu kita bisa melihatnya menghias langit malam. Justru sebaliknya.
Momen itu adalah fase kritis dalam perjalanannya. Pengamatan utama justru akan mengandalkan teleskop luar angkasa dan instrumen pemantau Matahari. Kabar baiknya, biasanya ada siaran online yang bisa diakses publik untuk menyaksikan peristiwa langka ini.
Jadi, tandai kalender untuk awal April 2026. Bukan untuk melihat ke langit, tapi mungkin untuk menonton siaran langsung dari observatorium.
Bisakah Kita Melihatnya Langsung?
Jujur saja, kemungkinannya sangat kecil. Komet sungrazing seperti MAPS posisinya terlalu dekat dengan Matahari. Menatapnya langsung dengan mata telanjang jelas berbahaya dan hampir mustahil.
Seperti diungkapkan StarWalk, pengamatan aman hanya bisa dilakukan dengan teleskop khusus atau melalui observatorium luar angkasa. Bagi kita yang di rumah, opsi paling realistis adalah mengikuti siaran online yang diselenggarakan berbagai lembaga antariksa.
Memang agak mengecewakan. Tapi, cara itu jauh lebih aman. Dan setidaknya, kita tetap bisa menyaksikan sepenggal perjalanan sang pengembara langit itu.
Artikel Terkait
Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Ditangkap Setelah 7 Tahun Buron
KA Siliwangi Tertahan di Cianjur Akibat Banjir Rendam Rel
Yayasan dan BGN Labuhanbatu Gelar Fun Match untuk Pererat Sinergi Dapur MBG
Persib Kukuhkan Puncak Klasemen Usai Kalahkan Semen Padang 2-0