Kekhawatiran mereka punya alasan. Pada akhir 2025 silam, upaya serupa sudah berakhir dengan intervensi militer Israel. Saat itu, armada berisi sekitar lima puluh perahu termasuk di dalamnya aktivis seperti Greta Thunberg diserbu oleh angkatan laut Israel di perairan internasional.
Para kru ditangkap dan kemudian dideportasi. Amnesty International dan penyelenggara menyebut aksi Israel itu ilegal, tentu saja.
Blokade terhadap Gaza sendiri sudah berlangsung lama, sejak 2007, setelah Hamas menguasai wilayah tersebut. Situasinya tetap tegang. Israel dan kelompok Islam Palestina itu saling tuduh melanggar gencatan senjata yang sebenarnya sudah berlaku sejak Oktober 2025, pasca dua tahun perang berkecamuk.
Jadi, pelayaran dari Marseille ini bukan sekadar simbolis. Ini adalah babak baru dari upaya lama yang penuh ketidakpastian. Laut Mediterania di depan mereka terlihat tenang, tapi siapa yang tahu apa yang menanti di garis horizon.
Artikel Terkait
Truk Gandeng Tabrak Pikap di Demak, Satu Orang Tewas Tertabrak
Banjir di Demak Surut, Satu Anak Tewas dan Perbaikan Tanggul Digenjot
Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Preman Pemalak di Purwakarta
Polda Banten Selidiki Laporan Dosen atas Dugaan Pelecehan oleh Mahasiswa