Menurut rencana, seluruh tim ini akan bertolak ke Nabire pada Minggu dini hari, tepatnya pukul 01.00 WIB tanggal 5 April.
Langkah ini jelas bersifat antisipatif. Dengan menggabungkan berbagai fungsi, mulai dari pengamanan, penyelidikan, hingga pengawasan, diharapkan penegakan hukum di lapangan bisa lebih optimal. Fokusnya nanti akan diarahkan ke beberapa titik rawan di Papua Tengah.
Kabupaten Dogiyai dan Nabire disebut-sebut akan menjadi prioritas. Tujuannya satu: memberikan rasa aman yang nyata bagi warga yang tinggal di sana.
Artikel Terkait
Pasukan Israel Hancurkan 17 Kamera Pengawasan PBB di Lebanon Selatan
Dua Remaja Jogja Bacok Saat Duel Gladiator Syarat Keluar dari Geng Motor
Presiden Prabowo Cium Bayi Prajurit TNI Gugur di Lebanon Saat Beri Penghormatan Terakhir
Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Neraka