MURIANETWORK.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memberikan klarifikasi tegas menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai dana pembelian kapal. Dalam responsnya, Trenggono menyatakan tidak memahami maksud pernyataan koleganya itu dan menjelaskan bahwa proses pendanaan untuk kapal berasal dari pinjaman luar negeri yang masih berjalan, dengan mekanisme yang tengah dibahas antar lembaga.
Trenggono: Mekanisme Pendanaan Masih Diproses
Menanggapi langsung pertanyaan yang dilontarkan, Trenggono menegaskan bahwa sumber dana yang dimaksud bukan berasal dari anggaran biasa. Prosesnya, menurutnya, masih dalam tahap pembahasan teknis antar pihak terkait.
“Saya enggak ngerti maksud Pak Purbaya? Kalau soal kapal, itu sumber pendanaannya dari pinjaman UK, dan sekarang masih berproses, mekanismenya juga sedang dibicarakan,” jelas Trenggono melalui keterangan tertulis pada Selasa (10/2).
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa eksekusi dari pinjaman tersebut tidak berada di bawah kendali Kementerian Kelautan dan Perikanan secara langsung. KKP berperan dalam menyiapkan aspek teknis dan penyiapan tenaga kerja, sementara pelaksanaan pembiayaannya ditangani oleh institusi lain.
Pernyataan Purbaya yang Memicu Polemik
Pernyataan Trenggono ini merupakan jawaban atas keheranan yang sebelumnya diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam sebuah acara di Jakarta, Purbaya mengaku mendapat aduan dari pelaku industri galangan kapal dalam negeri yang belum menerima pesanan dari KKP, padahal anggaran untuk keperluan tersebut disebutnya sudah disetujui dan dicairkan.
“Berapa dari pemda yang sudah terima (order kapal) dari KKP? Belum? Kan aneh, enggak masuk akal. Uangnya (sudah) gua keluarin, order-nya enggak ada. Ini apa-apaan? Ini kurang aktif apa gimana?” ujar Purbaya dalam kesempatan tersebut.
Ia bahkan menyebut kerugian potensial akibat anggaran yang tidak segera direalisasikan. “Kenapa KKP belum ada order di sana (industri kapal dan galangan kapal domestik)? Kan kita mendorong pertumbuhan ekonomi. Uangnya sudah saya anggarin loh, rugi saya Pak, sudah ngutang, disalokasi, enggak dipakai,” tambahnya.
Imbauan untuk Validasi Data
Merujuk pada pernyataan Purbaya tersebut, Trenggono menekankan pentingnya verifikasi data sebelum memberikan pernyataan publik. Ia menilai, langkah koordinasi dan konfirmasi internal seharusnya dilakukan terlebih dahulu untuk menghindari kesalahpahaman.
“Jadi sebaiknya, Pak Purbaya tanya dulu ke anak buahnya sebelum komentar,” tutur Trenggono, menutup pernyataannya.
Perbedaan persepsi antar dua menteri ini menyoroti kompleksnya koordinasi teknis dan administratif dalam proyek strategis pemerintah. Kedua pihak tampaknya merujuk pada tahap dan instrumen pendanaan yang berbeda, yang memerlukan penjelasan lebih lanjut untuk memberikan kejelasan kepada publik dan pelaku industri.
Artikel Terkait
Virgoun Buka Suara soal Laporan Inara ke Komnas PA: Komunikasi Langsung Sudah Putus
Wakil Ketua MPR Desak Penguatan Link and Match Pendidikan-Industri Atasi Pengangguran
Produksi Rokok Kretek Anjlok 3%, Gappri Soroti Kenaikan Cukai dan Daya Beli
Polairud Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 18 Warga Myanmar di Dumai