Konflik ini sendiri sudah berlarut. Israel mulai melancarkan serangan udara dan invasi darat ke Lebanon selatan sejak awal Maret lalu. Itu semua terjadi setelah Hizbullah memutuskan untuk terlibat dalam perang di Timur Tengah, mendukung Iran.
Akibatnya, warga pun mengungsi. Puluhan ribu orang telah meninggalkan Tyre. Meski begitu, sekitar 20.000 orang masih bertahan di sana 15.000 di antaranya adalah pengungsi dari desa-desa sekitar yang juga tak aman. Peringatan evakuasi dari otoritas Israel sendiri mencakup hampir seluruh kota Tyre dan sebagian besar Lebanon selatan.
Di sisi lain, laporan kekerasan tak hanya berhenti di serangan udara. NNA juga memberitakan insiden terpisah di Shebaa, daerah perbatasan di Lebanon timur. Menurut mereka, pasukan Israel menculik seorang pria di sana sekitar pukul tiga pagi waktu setempat, di hari Sabtu yang sama.
Artikel Terkait
Penumpang Berhak Refund Jika Maskapai Batalkan atau Ubah Jadwal Penerbangan
Banjir Rendam Pondok Hijau Ciputat, Evakuasi dengan Perahu Karet Berlanjut
Polri Kerahkan Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Malut Usai Konflik dan Penyerangan
Gubernur Jateng Tinjau Banjir Demak, Tekankan Penanganan dari Hulu ke Hilir