Suasana mencekam kembali menyelimuti kota pesisir Tyre di Lebanon. Sebuah rumah sakit di kota itu mengalami kerusakan akibat dampak serangan udara Israel yang menghantam gedung-gedung di sekitarnya. Menurut keterangan Kementerian Kesehatan setempat, serangan itu menewaskan? Tidak, tapi setidaknya 11 orang harus dilarikan dengan luka-luka.
Serangan itu sendiri cukup keras. Dua bangunan di dekat rumah sakit hancur lebur. Akibatnya, gelombang kejut merusak fasilitas medis tersebut jendela-jendela pecah berantakan dan sebagian plafonnya ambruk.
Namun begitu, rumah sakit yang dimaksud, Rumah Sakit Lebanon-Italia, menyatakan tekadnya untuk tetap beroperasi. Direkturnya, dalam pernyataan kepada kantor berita resmi Lebanon National News Agency (NNA), bersikeras bahwa mereka akan "tetap buka untuk memberikan perawatan medis yang diperlukan."
Ini bukan satu-satunya serangan di Tyre hari Sabtu (4/4) itu. Menurut laporan AFP, serangkaian serangan menghantam wilayah tersebut. Salah satunya bahkan mengenai pelabuhan, menghantam sebuah perahu kecil dan merusak beberapa perahu lain yang tengah berlabuh.
Artikel Terkait
Penumpang Berhak Refund Jika Maskapai Batalkan atau Ubah Jadwal Penerbangan
Banjir Rendam Pondok Hijau Ciputat, Evakuasi dengan Perahu Karet Berlanjut
Polri Kerahkan Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Malut Usai Konflik dan Penyerangan
Gubernur Jateng Tinjau Banjir Demak, Tekankan Penanganan dari Hulu ke Hilir